Bedah Tuntas Keringat Hiper Oleh Naz Kamal

Bismillah. Siapa yang ciptakan keringat? Baik itu keringat normal, keringat hiper, juga orang-orang yang tidak berkeringat alias hipohidrosis? Jawabannya tentu semua tau (sengaja di tulis tanpa huruf H, takut rancu dengan makanan favorit) yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kenapa keringat diproduksi? Ada minimal dua jawaban Naz:

a. Secara fisik

Keringat diproduksi sebagai salah satu upaya tubuh menyehatkan / mendinginkan / menormalkan kembali suhu tubuh kesuhu normal. Jadi keringat itu sehat secara fungsinya.

Keringat menjadi tidak sehat, ketika:

(1) tidak diproduksi walaupun suhu tubuh meningkat, ini yang di sebut kondisi kesehatan hypohidrosis di mana para penderitanya tidak bisa berkeringat.

(2) Keringat yang diproduksi secara berlebihan karena:

  1. Telah terjadi kelainan syaraf pengatur kelenjar keringat atau di sebut di dunia internasional Primary focal hyperhidrosis atau yang Naz sebut hiperhidrosis bawaan lahir. Pengertian primary adalah bahwa hyperhidrosis ini adalah penyakit utama kita dan tidak disebabkan oleh penyakit lain. Focal artinya titik keringat relatif kecil. Contoh: wajah, ketiak, telapak tangan dan kaki.
  2. Adanya penyakit lain di tubuh di mana keringat dalam kasus ini diproduksi sebagai usaha tubuh untuk memperingatkan bahwa ada yang salah di tubuh kita dan ketika penyakit utama tersembuhkan maka hiperhidrosispun lenyap 100%. Di dunia internasional kondisi ini di sebut Secondary generalised hyperhidrosis. Secondary artinya hyperhidrosis adalah kondisi nomor dua, nomor satunya adalah penyakit utama. Good news! Hyperhidrosis bisa sembuh total jika anda menderita penyakit berikut.. Pengertian generalised adalah bidang keringat yang relatif lebih besar, contoh: dada, punggung, perut, bokong, paha, dan sekujur tubuh.

b. Secara iman

Sebagai muslim, wajib kita yakini bahwasanya hidup kita telah dituliskan baik dan buruknya, dari lahir sampai mati.

Segala nikmat di tubuh kita, mulai dari indera penglihatan dan sebagainya, juga nikmat iman dan Islam, wajib kita ucap syukur setiap saat setiap detik. Basahi lisan dan sibukkan pikiran dengan mengagungkan Allah Azza Wa Jalla. Setiap saat.

Keringat hanyalah ujian kecil dibandingkan segala nikmat yang kita jalani sejak bangun tidur sampai hendak kembali tidur di malam hari. Ujian yang jika kita sikapi dengan benar, akan menjadi ladang pahala dan kendaraan kita dalam menjelang surga NYA. Amin.

Kalo masih ada muslim yang menghujat dan mempertanyakan kenapa gue keringetan parah kayak gini, setelah baca tulisan Naz ini, mari kita beristighfar, lalu memperbaiki pola pikir dan pola hidup juga pola ibadah.

Pola pikir:

Hapuskan dan tendang jauh-jauh mempertanyakan (apa lagi hujatan) terhadap keringat hiper yang kita derita. Kenapa? Karena keringat hiper ini adalah nikmat NYA guna meninggikan derajat kesabaran dan keimanan kita terhadap Allah.

Setiap melihat tetesan keringat di titik masing-masing, pernahkan kita mengucap alhamdulillah atau subhanallah? Maha suci Allah yang mampu menciptakan tetesan keringat yang sebanyak dan sesering ini, dikehidupan kita. Tiada makhluk yang sanggup berbuat demikian.

Jadi kesimpulan pola pikir penderita keringat hiper:

“Alhamdulillah telah Engkau ciptakan hamba berkeringat seperti ini, berilah hamba kesabaran dan keikhlasan guna meraih ridho dan rahmat MU. Berilah hamba kesuksesan di dunia yang sebentar ini dan ganjar hamba dengan kenikmatan surga MU. Aamiiiiin.”

Pola hidup:

Masih ngerokok? Masih keringetan? Masih makan sekenanya tanpa cerdas menghitung kebutuhan kalori harian? Yuk rubah, sekarang!

Sehatkan pola hidup di segala lini kehidupan. Makan, minum, tidur, istirahat, berlibur, bekerja, semuanya!

Pola ibadah:

Pernahkah terlintas bahwa keresahan dan kekalutan pikiran, tidak hanya membuat kita menderita stress / anxiety / depresi dan gangguan kejiwaan lainnya?

Apa yang kita resahkan? Apa yang kita takuti? Apa yang kita hindari? Kenapa kita malu? Kenapa kita kerdil terus dikehidupan yang sebentar ini? Mayoritas kondisi kejiwaan manusia hanyalah karena kita takut / malu/ cemas / khawatir terhadap makhluk bukan terhadap Sang Pencipta Makhluk.

Pernahkah kita stress karena telah dengan sengaja meninggalkan satu waktu sholat fardhu? Pernahkah kita cemas jika sholat kita tidak sesuai dengan contoh Rasulullah? Pernahkah kita khawatir jika kita sering berdusta dan tidak amanah?

99,99% anxiety / stress / depresi / phobia dan lainnya dari gangguan kejiwaan kita, adalah karena manusia. Kita takut di anggap lemah oleh manusia. Kita ingin selalu tampil prima dihadapan manusia. Tapi kita seakan tidak lagi takut ketika kita menunda sholat di ujung waktu.

Beramal dan berbuatlah di sisa hidup kita sebagaimana telah dicontohkan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka niscaya hidup kita jauh dari anxiety, stress dan depresi karena tidak ada lagi yang kita takuti melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengikuti contoh hidup Nabi, tidak harus meninggalkan kehidupan modern. Kita tidak harus menggembala kambing untuk mencari nafkah, bekerja seperti biasa, namun tentunya dengan memperhatikan rambu-rambu yang di larang Islam dan mematuhi perintah NYA.

Semoga tulisan ini dapat menyadarkan diri saya pribadi dan anda semua, Kawan. Semoga sisa usia dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya kehidupan di dunia yang sebentar ini guna menjelang kehidupan kekal nan abadi nanti di surga NYA. Amin.

Buat yang butuh konsultasi dan curhat seputar keringat, dan butuh produk hyperhidrosis silahkan hubungi IHHC via Tlp WA 0813 1617 7052 BBM 5251 9e61

IMG_20170326_140938

Advertisements