Tentang Naz & IHHC – Indonesia Hiperhidrosis Center

Kondisi keringat berlebih di sebut hyperhidrosis atau excessive sweating. Terjadi di seluruh dunia. Ratusan juta manusia terkena kondisi ini. Jutaan orang di Indonesia. Jadi anda tidak sendirian, Kawan!

Perkenalkan nama saya Naz Kamal. Si orang gila keringat. Penderita hiperhidrosis kelas dunia. Super banjir. Telapak tangan dan kaki. Palmar and plantar hyperhidrosis.

Seperti anda, Naz kecil selalu basah. Bukunya rusak. Tidak ada satu orangpun di rumah dan sekolahnya yang ‘terlihat’ menderita hal ini. Naz kecil yakin bahwa tidak ada orang di dunia ini  yang berkeringat hiper selain dirinya.

Hari berganti. Cuaca berubah. Daun-daun terus tumbuh. Naz kecil beranjak remaja. Keringat semakin parah. Naz telah menjadi seorang introvert. Kepribadiannya tertutup. Temannya sedikit. Kalo bisa cabut, Naz remaja nggak kepengen ngumpul.

Masa SMA Naz berontak. A rebel. Naz menolak di tindas hiperhidrosis. Naz perbanyak teman. Naz bergaul. Naz bergajul. Merokok dan hal negatif lainnya. Tapi tetap seorang pendiam. Ide dan aspirasinya hanya terjadi di dalam otaknya. Teman-temannya menganggap Naz seorang yang tidak suka bicara. It’s OK. Yang penting gue nggak ngumpet di dalem kamar lagi. Gue bersama Kawan! Gue aman. Keringat ini selalu Naz sembunyikan dari teman-temannya. Tiada seorangpun yang tau.

Naz dewasa dan bekerja. Keringatnya tetap hiper. Tetap introvert. Tetap lebih banyak flight di banding fight. It’s OK. Jodoh telah dituliskan. Naz menikahi seorang gadis cantik cerdas yang menerima dirinya apa adanya. Ya, termasuk keringat hipernya!

Pernikahannya langsung berbuah di tahun berikutnya. Dua monster kecilnya kini telah remaja. Keduanya juga menderita keringat berlebih. Jazz putrinya berkeringat di titik wajah. Xia putranya di titik telapak tangan dan kaki. Kami bertiga penderita primary focal hyperhidrosis. Kondisi keringat hiper bawaan lahir. Tidak bisa sembuh. Kata siapa? Naz telah membuktikannya dengan berkeliling dunia. Berikut kisah nyatanya:

7 Januari 2005 Naz mendarat di Heathrow airport London UK. Jam 05.30 pagi. Suhu minus tiga derajat celsius. Dingin. Banget. Naz di terima bekerja di Inggris selama setahun di hotel yang sama tempatnya bekerja di Jakarta. Sebuah perusahaan perhotelan raksasa dari Amerika Serikat.

Pada Juli 2005, Naz jalani operasi ETS Endoscopic Thoracic Sympathectomy di Frimley hospital untuk keringkan telapak tangan kanannya. Biaya GBP 2200 atau sekitar Rp 40jutaan. Kering sampai September 2009. Alhamdulillah. Banyak efek negatif setelah ETS. Nanti akan saya tuliskan di lain kesempatan ya, Kawan!

Setelah UK, Naz meneruskan hidup dan bekerja di USA sepanjang tahun 2006-2007. Tepatnya di West Palm Beach, Florida, USA. Bekerja di cabang hotel yang sama. Setelah operasi ETS, Naz kembali hidup normal tanpa keringat. Minimal di telapak tangan kanannya. Telapak tangan kiri dan kedua telapak kaki tetap berkeringat.

Hidup tanpa keringat memang jauh lebih indah. Kepercayaan diri full tank. Karir dan kehidupan lancar jaya.

Naz telah coba semua produk yang tersedia untuk hyperhidrosis selama di UK dan USA, juga operasi beresiko kematian ETS. Setelah kembali ke Indonesia, Naz membeli sebuah mesin Iontophoresis untuk terapi Xia.

Jurnal terapi Naz tuliskan di blog. Sambutan via telfon dan SMS begitu banyaknya dari para penderita hyperhidrosis di Indonesia yang membaca tulisan Naz di blog tersebut.

Karena memang usia Xia yang belum bisa duduk diam jalani terapi tangan dan kakinya, akhirnya mesin Ionto di beli oleh Bapak Syamsul di daerah Jombang Jawa Timur. Salah satu dari banyak Kawan hiperhidrosis Indonesia yang berebut membeli mesin Xia tersebut.

Di hari kesepuluh, Bapak Syamsul SMS dan mengabarkan bahwa beliau telah kering. Alhamdulillah. Setelah itu banyak Kawan hiperhidrosis Indonesia yang meminta Naz membantu menyediakan produk hiperhidrosis di negara kita.

Pada tahun 2009, Naz bekerja di negara Maldives. Titik telapak tangan kanannya yang di operasi dan kering, kembali berkeringat. Tapi dengan kembalinya keringat tersebut, Naz semakin memahami kondisi ini 100%. Betapa operasi yang membuatnya kering dan kembali menikmati hidup penuh percaya diri, ternyata tidak membuatnya kering permanen.

Hal ini telah diperingatkan sang dokter di Frimley hospital. Beliau menyarankan untuk melakukan terapi mesin Ionto namun Naz memutuskan untuk menjalani operasi ETS karena Naz menginginkan hasil nyata yang langsung terlihat. Menurut beliau, ada tiga terapi yang efektif mengeringkan keringat hiper, yaitu mesin ionto – suntikan Botox – operasi ETS.

Hingga saat ini Naz telah menjual banyak mesin Iontophoresis keseluruh penjuru Indonesia dan Malaysia, semua pembeli juga Kawan yang terapi di Klinik IHHC-Ionto Serpong Tangerang telah kering dan hampir semua telah membeli mesin Ionto IHHC.

Pada November 2012 Naz resmi membuka Klinik pribadi IHHC-Ionto di Tangerang Banten Indonesia. Kami telah mengeringkan penderita hyperhidrosis yang datang dari Sabang sampai Merauke. Dan kini anda yang bertempat tinggal di Tangerang bisa menikmati jasa layanan Terapi Ionto On Demand. Kami akan datang kerumah anda. Berapa tarifnya? Tarif seperti di gambar bawah plus tarif GOJEK pulang-pergi. Terapi wajib anda jalani selama 30 hari.

Buat Kawan penderita keringat hiper yang butuh booking terapi Ionto dan pesan produk mesin Ionto, antiperspirant: Maxim. Perspi Guard dan Face Saver, Teh Sage, silahkan telfon dan WhatsApp kami di 0813 1617 7052 & BM 5251 9E61.

Tetap semangat, Kawan!

 IMG_20170326_140938

Advertisements